Selama dua hari kemarin berlangsung Parent Teacher Conference, ajang sharing antara orang tua dan murid. Alhamdulillah berjalan dengan lancar. This is my second PTC….tahun ajaran kemarin dan tahun ajaran tahun ini. Banyak hal saya dapatkan dari PTC ini, keluhan, kecemasan, serta harapan orang tua terhadap anak-anak. Kecemasan dan harapan akan tumbuh kembang sang buah hati, setiap orang tua ingin yang terbaik untuk anaknya. Saya semakin sadar, bahwa kelak saya akan mengalami fase seperti mereka, betapa orang tua harus solid dan konsisten dalam mendidik anak.
Sinergi dengan guru merupakan proses baik menuju perubahan karakter anak. Karena dari sekian banyak keluhan, ada terlontar keluhan bahwa sikap anak lebih manis ketika di sekolah daripada ketika di rumah. Anak terlihat lebih mandiri dan dewasa di sekolah. Hal ini merupakan sesuatu yang wajar dan kerap kali terjadi Seyogyanya sinergi guru dan orang tua mampu menyelaraskan visi bersama dalam mendidik anak. Sehingga pendidikan anak berkesinambungan.
Menyingkapi perkembangan zaman yang semakin dinamis, dengan berbagai informasi yang terkadang sering kali luput tersortir untuk sang anak. Fondasi yang bisa kita berikan adalah rasa percaya diri dan tanggung jawab anak terhadap dirinya dalam proses tumbuh kembangnya. Sehingga dimana pun sang anak berada, dia akan mampu menempatkan diri.
Mungkin kita ini sisa-sisa metode pendidikan jaman dahulu dengan metode klasikal, dimana guru adalah segalanya, seolah apa kata guru adalah keharusan dan fatwa. Tanpa disadari pasti ada metode-metode pendidikan orang tua yang mendidik satu arah saja. Memang orang tua ( guru atau orang tua murid ) memiliki otoritas terhadap anak pada saat-saat tertentu. Namun sekali lagi, setiap anak adalah istimewa dengan karakter mereka yang unik dan beragam. Yang saya perhatikan dan alami disini, metode pendidikan satu arah dan doktrinasi, serta metode apal cangkem tidak lagi relevan. Pendekatan individual dan komunikasi dua arah adalah metode efektif menghadapi anak di jaman sekarang. Memang mindset kita harus perlahan dirubah...
Libatkan anak dalam penyelesaian satu masalah, ketika anak melanggar sesuatu harus dibicarakan konsekuensi hukuman atas perilaku mereka, beri penjelasan logis. Setiap anak adalah istimewa, kita sebagai manusia butuh apresiasi. Maka apresiasi dengan positif pencapaian anak sekecil apa pun itu. Hal tersebut mampu meningkatkan percaya diri mereka. Self confidence and self awareness penting untuk tumbuh kembang anak. Banyak faktor pembentuk dan pemicu karakter anak, hal tersebut akan saya bahas pada sesi tersendiri.
Melewati enam bulan bersama anak-anak mungil dan polos namun berwarna-warni dengan tingkah laku mereka. Seringkali saya tersenyum dan trenyuh dengan sikap polos yang menyadarkan saya akan banyak hal dalam kehidupan. Saya pernah mendapat surat yang dihiasi gambar crayon dari anak yang saya bimbing, bertuliskan, “Terima kasih bu Guru, untuk bimbingannya aku sayang bu guru”……saya berkata dalam hati dengan air mata haru di pelupuk mata “ Terima kasih anak-anakku, bu guru yang harusnya berterima kasih, telah mewarnai hari-hari bu guru menjadi lebih indah, mengajarkan bu guru banyak hal melalui kepolosan kalian, bu guru juga sayang kalian “….what a wonderful life to have, when you can love each other that way
biene_maja
Jumat, 09 Januari 2009
Welcoming the New Year....
Good Bye 2008 and welcome 2009…..Welcome 1430 H….
Merenungi dan mereview semua yang telah terlewati dan dilalui di tahun 2008, Ada tangis, tawa, cemas, harap dan bahagia. Langkah harus terus mengayun ke depan tidak lagi mungkin bergerak mundur. Terus berusaha menjadi seseorang yang lebih baik. Ada perpisahan dan ada perjumpaan untuk dititi dan dibina ke depan. Welcoming happy quality time :)…..welcoming new day…new hope…new you!!
Biene_maja
Merenungi dan mereview semua yang telah terlewati dan dilalui di tahun 2008, Ada tangis, tawa, cemas, harap dan bahagia. Langkah harus terus mengayun ke depan tidak lagi mungkin bergerak mundur. Terus berusaha menjadi seseorang yang lebih baik. Ada perpisahan dan ada perjumpaan untuk dititi dan dibina ke depan. Welcoming happy quality time :)…..welcoming new day…new hope…new you!!
Biene_maja
Kamis, 20 November 2008
Another Coelho’s to Read…..
“You are what you believe yourself to be”
Akhirnya saya selesai membaca buku hadiah dari auntie, buku ini baru sempat saya baca beberapa hari yang lalu, kemudian saya tenggelam dan terseret ke dalam alur cerita….sudah lama saya tidak menikmati sepotong buku sambil bersantai. Buku karya Paulo Coelho yang berjudul The Witch of Portobello ini memberi potongan segar bagi pikiran saya. This Book tell you how to free yourself, and how to be yourself.
Saya sendiri suka dengan gaya penulisan Paulo dalam karya-karyanya, beberapa karyanya yang menguggah saya The Alchemist, The Devil and Miss Prym, The Zahir. Paulo mencoba menterjemahkan pikiran terdalam yang ada di lubuk hati manusia, namun seringkali manusia mengesampingkannya, pada akhirnya kita berjalan setiap hari dengan topeng yang kita pakai, makna “bahagia” yang terbentuk oleh opini dan standarisasi publik.
Ada kata-kata menarik yang menyadarkan saya tentang cinta yang kita berikan untuk seseorang dan berharap mendapat balasan dari orang yang kita cintai itu…
Salah satu percakapan ketika Athena sang tokoh utama ditanya oleh salah satu muridnya:
” Does He love me?”
“ You’re asking the wrong question. What you need to know is are you in a position to give him the love he needs. And whatever happens or doesn’t happen will be equally gratifying. Knowing that you are capable of love enough. If it isn’t him, it will be someone else. You’ve discovered a wellspring; simply allow it to flow and it will fill your world. Don’t try to keep safe distance so as to see what happens. Don’t wait to be certain before you take a step. What you give, you will receive, although it might sometimes come from the place you least expect.”
Bisakah kita membebaskan pikiran kita memberi limpahan rasa cinta tanpa pengharapan kepada pasangan hidup/calon pasangan hidup? seperti kasih seorang Ibu terhadap anak, sebagaimanapun sang Ibu tersakiti oleh anaknya namun tetap tulus memberi kasih sayang dan selalu berharap yang terbaik untuk sang anak.
“Anyone who believes they have failed will always fail. Anyone who has decided that they cannot behave any differently will be destroyed by routine. Anyone who has decided to block all changes will be transformed into dust.” Hagia Sofia/Athena
Kali ini Paulo sekali lagi berbicara dalam bukunya tentang cinta, rasa takut, moral, dan pencarian untuk segala hal yang bermakna. Mencoba mendalami dan memaknai setiap hal. Just read and enjoy every bite of life philosophy in this book :-)
Biene_maja
Freitag, 21.11.2008
Try to Say...
Malam itu dia bertanya? Why so difficult to say those words? Try to say it….i’ll feel safe and comfort when you say those words. Just say, the way I say those words to you…..
Aku menarik nafas panjang dengan kata-kata yang kudengar, belum cukupkah jawaban yang kuberi meyakinkan hatinya, walau mulut ini sulit berkata namun sebagian relung hatiku telah terisi olehnya, sudah kutitipkan sebagian hatiku padanya. Memang iya aku sering bertanya, how can you be that sure? are you sure enough?...ternyata bukan mencari jawaban apakah dia cukup yakin namun hanya sebentuk cara untuk meyakinkan diriku akan semua....
Can’t say it loudly....maybe that’s my problem.....teach me how to speak loudly...terlepas dari semua itu, ingin kukatakan bahwa bukan semata kata-kata...yes, I do....Tuhan yang maha membolak-balik hati manusia, semoga semua tetap lurus pada jalan-Nya seiring waktu mencoba menjalani bersama sampai menuju pelabuhan itu :-). All I can say just “ Allahumma Yassir walla tu’asir “….itu merepresentasikan semua rasa, harap dan asa tentang cerita yang akan dititi dan dilalui. Semoga :-)
Biene_maja
Freitag, 21.11.2008
Aku menarik nafas panjang dengan kata-kata yang kudengar, belum cukupkah jawaban yang kuberi meyakinkan hatinya, walau mulut ini sulit berkata namun sebagian relung hatiku telah terisi olehnya, sudah kutitipkan sebagian hatiku padanya. Memang iya aku sering bertanya, how can you be that sure? are you sure enough?...ternyata bukan mencari jawaban apakah dia cukup yakin namun hanya sebentuk cara untuk meyakinkan diriku akan semua....
Can’t say it loudly....maybe that’s my problem.....teach me how to speak loudly...terlepas dari semua itu, ingin kukatakan bahwa bukan semata kata-kata...yes, I do....Tuhan yang maha membolak-balik hati manusia, semoga semua tetap lurus pada jalan-Nya seiring waktu mencoba menjalani bersama sampai menuju pelabuhan itu :-). All I can say just “ Allahumma Yassir walla tu’asir “….itu merepresentasikan semua rasa, harap dan asa tentang cerita yang akan dititi dan dilalui. Semoga :-)
Biene_maja
Freitag, 21.11.2008
Selasa, 18 November 2008
Karantina dan Isolasi
Hmh...sudah masuk hari ke-6 masa karantina dan Isolasi, sudah mulai mati gaya setiap hari wara-wiri bolak-balik jalan di dalam Rumah, atau pagi mencoba menghirup udara segar di Halaman belakang Rumah berjemur di bawah matahari pagi, makin hari kulihat makin pucat nih muka dan badan diam di kamar terus. I'm not allowed to go anywhere (tepatnya I can't go outside).
Mencoba mengerjakan beberapa kerjaan tapi ternyata semua materi ada di tempat kerja, hikmahnya mungkin saya benar-benar disuruh bedrest ya...tapi tubuh yang biasa bergerak kesana-kemari melakukan aktivitas kalo tiba-tiba diam jadi malah sakit-sakit...mencoba membaca buku-buku yang sempat saya beli tapi belum sempat terbaca, cukup membantu mengisi hari....beres-beres rumah?bantu cuci piring bekas sendiri atau jemur pakaian sendiri not allowed by my mom'..."jangan nanti virusnya kemana-mana" katanya. Bahkan teman-teman tidak ada yang berani datang...hehe saya sangat mengerti, karena ini benar-benar tidak enak sekali rasanya :(
Merasa Asosial sekali....haha sebenarnya seharusnya merasa senang ya? makan sudah disiapkan lengkap dari mulai sarapan sampai makan malam, bisa santai tidur-tiduran di kamar nonton Tv atau browsing di depan komputer tanpa terburu deadline pekerjaan (heyho pekerjaan menumpuk di tempat kerja sebenarnya ;p)...tapi ternyata manusia itu tidak pernah puas, terkadang mengeluh dengan rutinitas namun saat diberi break mengeluh macam-macam. Ternyata manusia merasa aman dengan rutinitas....namun perlu juga waktu untuk kontemplasi sejenak dari rutinitas dan me-refresh semua.
benar sekali perkataan ini " Manfaatkan 3 waktumu dengan sebaik-baiknya, masa sehatmu sebelum datang masa sakitmu, masa luangmu sebelum datang masa sibukmu, dan masa hidupmu sebelum datang kematianmu ".....mudah-mudahan sakit ini sebagai teguran dari Allah untuk break dan mempersiapkan diri untuk hal baru menanti di depan sana. :)....well Stay Healthy ya everybody :)
Mencoba mengerjakan beberapa kerjaan tapi ternyata semua materi ada di tempat kerja, hikmahnya mungkin saya benar-benar disuruh bedrest ya...tapi tubuh yang biasa bergerak kesana-kemari melakukan aktivitas kalo tiba-tiba diam jadi malah sakit-sakit...mencoba membaca buku-buku yang sempat saya beli tapi belum sempat terbaca, cukup membantu mengisi hari....beres-beres rumah?bantu cuci piring bekas sendiri atau jemur pakaian sendiri not allowed by my mom'..."jangan nanti virusnya kemana-mana" katanya. Bahkan teman-teman tidak ada yang berani datang...hehe saya sangat mengerti, karena ini benar-benar tidak enak sekali rasanya :(
Merasa Asosial sekali....haha sebenarnya seharusnya merasa senang ya? makan sudah disiapkan lengkap dari mulai sarapan sampai makan malam, bisa santai tidur-tiduran di kamar nonton Tv atau browsing di depan komputer tanpa terburu deadline pekerjaan (heyho pekerjaan menumpuk di tempat kerja sebenarnya ;p)...tapi ternyata manusia itu tidak pernah puas, terkadang mengeluh dengan rutinitas namun saat diberi break mengeluh macam-macam. Ternyata manusia merasa aman dengan rutinitas....namun perlu juga waktu untuk kontemplasi sejenak dari rutinitas dan me-refresh semua.
benar sekali perkataan ini " Manfaatkan 3 waktumu dengan sebaik-baiknya, masa sehatmu sebelum datang masa sakitmu, masa luangmu sebelum datang masa sibukmu, dan masa hidupmu sebelum datang kematianmu ".....mudah-mudahan sakit ini sebagai teguran dari Allah untuk break dan mempersiapkan diri untuk hal baru menanti di depan sana. :)....well Stay Healthy ya everybody :)
Jumat, 14 November 2008
Windpocken….
Bahasa Jermannya Windpocken (Varizellen) Dalam bahasa inggris Varicella, Chickenpox atau disebut juga cacar air….mengakibatkan saya harus ter-karantina dan diam di rumah selama 10 hari kedepan . Awal mulanya beberapa minggu yang lalu salah satu murid saya sakit cacar tidak masuk sekolah selama dua minggu, sang murid baru masuk minggu kemarin.
Kronologi peristiwa, empat hari yang lalu (tepatnya selasa malam) tiba-tiba saya demam tinggi, mengigil dan gelisah sepanjang malam.di pagi hari badan saya masih juga terasa tidak enak dan terasa sangat lemas. Kebetulan hari itu (rabu) adalah jadwal field trip pertama anak-anak, field trip kali ini ke Museum Sri Baduga. Beberapa anak ada yang sakit demam namun memaksakan diri untuk tetap ikut ke field trip tersebut, sampai ada orang tua yang curhat bahwa anaknya nangis-nangis walau demam tetap ingin ikut field trip. Akhirnya beberapa anak yang sakit tetap ikut field trip di bawah pengawasan saya. Ternyata salah satu anak yang saya asuh itu positif terkena cacar air, gejalanya sama yang seperti saya alami semalamnya. Tampaknya masa tertular saya dan anak itu berbarengan, demamnya juga barengan soalnya .
Rabu siang saya benar-benar tidak kuat dengan kondisi tubuh saya yang semakin lemas dan demam, akhirnya saya ijin pulang lebih cepat. Benar sekali malam harinya saya benar-benar tidak bisa tidur karena demam tinggi hingga terasa pusing sekali, sampai saya muntah beberapa kali. Ada dua bintik mungil muncul di leher saya berisi air….oh..no saya pikir..jangan-jangan saya benar terkena Windpocken? Karena memang saya belum pernah kena cacar sebelumnya. Dulu saat seluruh anggota keluarga saya satu rumah kena cacar hanya saya yang tidak kena cacar, mungkin kondisi saya saat ini sedang tidak begitu fit makanya dengan mudahnya saya tertular cacar dari anak kecil.
Tak kuat dan cukup tersiksa, kamis pagi-pagi sekali bunda membawa saya ke dokter….dan yuph I’m positively got Chickenpox . Dokter memberi saya obat antibiotik, obat supaya tenggorokan tidak sakit *saya mengalami sakit tenggorokan yang hebat serta susah menelan makanan dikarenakan cacarnya juga timbul di tenggorokan* obat demam serta bedak khusus.
Setelah minum obat memang demam turun drastis namun badan saya berkeringat banyak sekali. Saya mencari artikel tentang cacar di internet dan mendengar sana-sini bahwa ketika cacar dilarang mandi sama sekali karena akan mengakibatkan cacar banyak sekali dan sulit hilang bekasnya. Namun ada juga yang bilang harus mandi dengan air yang diberi cairan antiseptik supaya kulit tidak infeksi dan tetap steril. Tanya kepada dokter, saya diperbolehkan mandi saat cacar belum banyak muncul tapi kalau sudah banyak disarankan tidak karena bisa meninggalkan bekas pada kulit.
Berhubung cacar di tubuh saya baru muncul satu-dua dan badan saya sudah banjir keringat karena minum obat, badan terasa lengket dan tidak enak saya memutuskan mandi dengan menggunakan air hangat yang diberi cairan antiseptik. Phew seketika keesokan harinya cacar mulai bermunculan dari kepala hingga kaki fiuh tersiksa, rasanya gatal dan panas….berjuang keras tidak menggaruknya.
Sekarang saya benar-benar terisolasi dan dikarantina di Rumah, dengan perjuangan menahan rasa gatal dan panas menyerang, mudah-mudahan semuanya segera berakhir…..
By
Biene_maja
15.11.2008
Kronologi peristiwa, empat hari yang lalu (tepatnya selasa malam) tiba-tiba saya demam tinggi, mengigil dan gelisah sepanjang malam.di pagi hari badan saya masih juga terasa tidak enak dan terasa sangat lemas. Kebetulan hari itu (rabu) adalah jadwal field trip pertama anak-anak, field trip kali ini ke Museum Sri Baduga. Beberapa anak ada yang sakit demam namun memaksakan diri untuk tetap ikut ke field trip tersebut, sampai ada orang tua yang curhat bahwa anaknya nangis-nangis walau demam tetap ingin ikut field trip. Akhirnya beberapa anak yang sakit tetap ikut field trip di bawah pengawasan saya. Ternyata salah satu anak yang saya asuh itu positif terkena cacar air, gejalanya sama yang seperti saya alami semalamnya. Tampaknya masa tertular saya dan anak itu berbarengan, demamnya juga barengan soalnya .
Rabu siang saya benar-benar tidak kuat dengan kondisi tubuh saya yang semakin lemas dan demam, akhirnya saya ijin pulang lebih cepat. Benar sekali malam harinya saya benar-benar tidak bisa tidur karena demam tinggi hingga terasa pusing sekali, sampai saya muntah beberapa kali. Ada dua bintik mungil muncul di leher saya berisi air….oh..no saya pikir..jangan-jangan saya benar terkena Windpocken? Karena memang saya belum pernah kena cacar sebelumnya. Dulu saat seluruh anggota keluarga saya satu rumah kena cacar hanya saya yang tidak kena cacar, mungkin kondisi saya saat ini sedang tidak begitu fit makanya dengan mudahnya saya tertular cacar dari anak kecil.
Tak kuat dan cukup tersiksa, kamis pagi-pagi sekali bunda membawa saya ke dokter….dan yuph I’m positively got Chickenpox . Dokter memberi saya obat antibiotik, obat supaya tenggorokan tidak sakit *saya mengalami sakit tenggorokan yang hebat serta susah menelan makanan dikarenakan cacarnya juga timbul di tenggorokan* obat demam serta bedak khusus.
Setelah minum obat memang demam turun drastis namun badan saya berkeringat banyak sekali. Saya mencari artikel tentang cacar di internet dan mendengar sana-sini bahwa ketika cacar dilarang mandi sama sekali karena akan mengakibatkan cacar banyak sekali dan sulit hilang bekasnya. Namun ada juga yang bilang harus mandi dengan air yang diberi cairan antiseptik supaya kulit tidak infeksi dan tetap steril. Tanya kepada dokter, saya diperbolehkan mandi saat cacar belum banyak muncul tapi kalau sudah banyak disarankan tidak karena bisa meninggalkan bekas pada kulit.
Berhubung cacar di tubuh saya baru muncul satu-dua dan badan saya sudah banjir keringat karena minum obat, badan terasa lengket dan tidak enak saya memutuskan mandi dengan menggunakan air hangat yang diberi cairan antiseptik. Phew seketika keesokan harinya cacar mulai bermunculan dari kepala hingga kaki fiuh tersiksa, rasanya gatal dan panas….berjuang keras tidak menggaruknya.
Sekarang saya benar-benar terisolasi dan dikarantina di Rumah, dengan perjuangan menahan rasa gatal dan panas menyerang, mudah-mudahan semuanya segera berakhir…..
By
Biene_maja
15.11.2008
Talkin Talk.....
Alhamdulillah segalanya beres bila dibicarakan bukan?
no more miss persepsi :)
biene_maja
den, 13.11.2008
no more miss persepsi :)
biene_maja
den, 13.11.2008
Langganan:
Postingan (Atom)