Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 22 Juni 2008

Nurani

Ada detik dalam hening
Seolah sesuatu berbisik
Tepat dekat telinga
Atau mungkin suara bisikan nurani
Belakangan nurani rajin berbicara
Berdenging di telinga
Adakah nuraniku yang bernyanyi
Dan kuikuti saja nyanyian itu...
Beri aku sedikit waktu
Dan waktu akan menjawab
Semua tanya nurani
Wahai Tuhan yang maha membolak-balikan hati,
Luruskanlah selalu hati hamba
Selalu di jalan-Mu
Selalu dalam bimbingan-Mu

Biene_maja
Sonntag, den 22.06.2008

Kamis, 03 April 2008

Katharsis

Lepaskan kalbu
Dari belenggu kedengkian
Memaafkan diriku atas semua hal
Dan dalam sejuknya relung
Serta kelapangan dada
Semua bersenandung dengan indah
Jari jemari yang menyentuh jiwa
Melalui senandung rembulan dan gemintang cahaya ilahi…
Ah…seumpama kabut terkuak
Hingga sinar yang merayap menelusup
Terangi perlahan…
Kuraih cahaya itu..

Keroncong

Bumi tetap berputar
Suara-suara masih bergelombang
Dan mobil-mobil lalu lalang
Langkah kaki masih berderap
Ah…ya semua masih seperti sediakala
Pengamen jalanan itu masih…
Melantunkan lagu yang sama setiap jam
Hingga suara perih parau
Diiringi lantun keroncong suara perut…
Lihat senar gitarnya bergetar
Berharap sang kantong penuh
Akan uluran tangan penumpang
Terus bernyanyi
Diiringi lantun keroncong suara perut…

Selasa, 25 Maret 2008

Nona di Jendela

Nona menanti di jendela
Mata nona menatap jauh
Di jendela ada desir ombak
Saat nona membuka jendela
Semilir angin hangat membelai wajah nona
Tik..tik..tik
Nona terus menanti
Menanti dan menunggu
Semalam ia bermimpi sang peri datang
Singgah dalam mimpinya
Membawa berita gembira
Katanya esok angin akan datang
Membawa dia ke jendela
Jendela ini bertahun-tahun tak ditutup nona
Takut sang angin membawanya ke jendela
saat jendela tertutup dan dia pergi lagi
Maka nona terus biarkan jendela terbuka
Beragam angin lewat membelai nona
Namun nona terus menanti angin yang membawanya
Nona sabar dalam penantian
Terus terjaga bila suatu waktu dia datang
Terlalu lama nona menanti ketukan di jendela
Maka nona terus membuka jendela
Terkadang angin hangat menyapa menggoda
Atau bahkan angin dingin tajam menusuk
Nona hanya menanti angin yang membawanya
Nona tak tahu wujudnya
Yang pasti angin itu akan membawanya
Dan merangkul nona dengan hangat
Sampai nona mau menutup jendela
Tak biarkan angin yang membawa dirinya pergi lagi
Kemudian nona akan terlelap dalam hangat dan damai
Sampai saat ini nona menanti
Terus menanti di jendela

Biene_maja
Donnerstag, den 20.03.2008

Ada Tangis dalam Tawa

Ada tawa dalam tangis
Dan ada tangis dalam tawa
Terkekeh…terbahak
Hingga mulut robek
Dan bungkam adalah jawab
Namun kalbu membeku
Semakin dingin
Pucat kebiruan karena beku
Tertawa beku dan terkekeh dingin
Ada tangis dalam tawa..

Biene_maja
Donnerstag, den 20.03.2008

Minggu, 16 Maret 2008

Mulai saat ini

Memulai semua dari awal
Selalu ada awal dan akhir
Sebuah akhir menjadi awal yang baru
Seperti indahnya senyum cerah mentari
Setelah gelap selimuti malam
Ada jalan yang terpilih
Dan kaki akan terus melangkah
Berjalan tanpa henti
Hingga temukan sebuah ujung
Ujung penantian kalbu
Ada matahari di ujung sana
Menanti untuk diraih….

Biene_maja
Freitag, den 14.03.2008

Rabu, 05 Maret 2008

Goresan pena

Tanganku bergerak dan menulis
Seolah tiada lagi hari esok
Pena masih terus menari diatas kertas
Menorehkan kata-kata
Jemariku mulai lelah dan berdarah
Tapi aku harus terus menulis
Karena tiada lagi hari esok
Hanya ada hari ini…sampai matahari undurkan diri
Hingga bulan pamit tertidur
Tidak akan ada bintang lagi malam ini
Torehkan terus kata-kata
Hingga kertas memerah oleh darah
Dan hitam oleh tinta kata-kata
Tidak ada hari esok hanya ada hari ini
Namun apa arti darah jemariku dan tinta kata-kata
Bila kertas ini tak jua terbaca
Olehnya….
Olehmu….
Oleh kau….

Biene_maja
Montag, den 3. Maerz 2008

Selimut malam

Bulan enggan singgah di jendela kamar
ada andromeda yang kerap mengerling cemburu
Bintang-bintang seperti lelah untuk bersinar
Dan aku lelah menanti bintang singgah
Aku lelah membuat bintang bersinar
Sekali lagi….
Malam selimuti aku

Biene_maja
Donnerstag, 28.02.2008

Kamis, 14 Februari 2008

Nimm dir Zeit

Nimm dir Zeit um zu arbeiten,
es ist der Preis des Erfolges.
Nimm dir Zeit um nachzudenken,
es ist di Quelle der Kraft.
Nimm dir Zeit um zu spielen,
es ist das Geheimnis der Jugend.
Nimm dir Zeit um zu lesen,
es ist die Grundlage des Wissens.
Nimm dir Zeit, um freundlich zu sein,
es ist das Tor zum Glücklichsein.
Nimm dir Zeit um zu träumen,
es ist der Weg zu den Sternen.
Nimm dir Zeit um zu lieben,
es ist die wahre Lebensfreude.
Nimm dir Zeit, um froh zu sein,
es ist die Musik der Seele.

Markers aus Island

Rabu, 06 Februari 2008

Tremor Sang Guru

suatu hari bu guru mengajar matematika
di depan kelas....
lantas dia perkenalkan
berbagai bentuk ruang
kepada murid-murid yang masih berwajah lugu itu
dia gambarkan kubik
lengkap dengan sekat2nya
tiba-tiba bu guru menerawang
akan ruang tanpa batas
dan ah.....
tiba-tiba ia terbangun di dunia asing
penuh mahluk asing
dimana semua mahluk berbentuk kubik
semua muridnya berwajah kubik
berbentuk sama...serupa
dengan takaran yang sama
ukuran yang sama
ah....bu guru menggeleng
ini mimpi buruk
biarlah muridku berbeda-beda
walau bandel
daripada wajah mereka kubik semua
ah untunglah manusia tidak kubik
walau otaknya sekarang mulai mengkubik
hentikan bu guru
ini tremor namanya
biarlah dunia carut marut
bu guru jangan ikut carut marut


biene_maja

Minggu, 27 Januari 2008

Tremor Sang Bu Guru

suatu hari bu guru mengajar matematika
di depan kelas....
lantas dia perkenalkan
berbagai bentuk ruang
kepada murid-murid yang masih berwajah lugu itu
dia gambarkan kubik
lengkap dengan sekat2nya
tiba-tiba bu guru menerawang
akan ruang tanpa batas
dan ah.....
tiba-tiba ia terbangun di dunia asing
penuh mahluk asing
dimana semua mahluk berbentuk kubik
semua muridnya berwajah kubik
berbentuk sama...serupa
dengan takaran yang sama
ukuran yang sama
ah....bu guru menggeleng
ini mimpi buruk
biarlah muridku berbeda-beda
walau bandel
daripada wajah mereka kubik semua
ah untunglah manusia tidak kubik
walau otaknya sekarang mulai mengkubik
hentikan bu guru
ini tremor namanya
biarlah dunia carut marut
bu guru jangan ikut carut marut


geh zum teufel ja!!!

Kamis, 24 Januari 2008

Celoteh bersama bintang

Malam ini lagi-lagi aku berceloteh pada sang bintang
Ia berkelap-kelip dan bergelantungan di langit
Menertawai aku yang terus berbicara tanpa henti
Sang bintang itu hanya muncul menjelang aku tidur
Menemani aku bercerita tentang hari ini
Mendengarkan aku seolah-olah aku ini sang gadis kecil
Yang hari ini baru saja makan es krim sebanyak-banyaknya
Aku memang suka sekali es krim
Tapi aku bukan lagi gadis kecil
Memang sikapku mungkin agak mirip si gadis kecil
Sang bintang lagi-lagi tersenyum
Saat aku memintanya berdoa bersama sebelum tidur
Tapi lucu sekali bintang mudah lelah bergelantung di langit
Setelah berdoa sang bintang undur diri
Sinarnya redup perlahan
Lagi-lagi aku bingung berceloteh kemana
Karena bulan yang bijak sudah pada peredarannya yang lain
Bulan yang bijak akan memandang saja menanti aku yang redup perlahan
Namun bulan yang bijak beralih pada bumi bagian lain
Bintang yang baik…tertawai aku terus
Kadang ada terkadang tiada
Terkadang begitu jauh tak terjangkau terkadang begitu dekat di jendela kamarku
Tapi bintang lucu kalau tertawa menertawai celotehku
Biarlah karena bintang hanya muncul di malam hari
Ia tiada di pagi hari
Bintang hadirlah di jendela kamarku
Kita berceloteh bersama
Kali ini tugasmu berceloteh padaku
Tapi kalau bintang tak mau aku saja yang berceloteh
Asal tidak keberatan
Tapi aku akan sangat senang bila bintang mau berceloteh

Biene_maja
Donnerstag, 24.01.2008

Selasa, 15 Januari 2008

Kala Mentari Datang Singgah

Suatu waktu aku terlalu penat dengan kegelapan
Karena terlalu lama mentari pergi meninggalkan aku
Hanya dingin dan cahaya redup yang menyapaku
Angin dingin musim dingin menusuk tulangku
Dan serpihan salju yang terkadang menumpuk di kepalaku
Hingga waktunya musim semi datang
Dan mentari kembali hangat menyapaku
Membawaku ke lorong waktu di masa lampau
Musim semi selalu terasa indah karena
Mawar putih favoritku akan ramai menghiasi kamarku
Selain itu tatapan mentari akan hangat menyirami aku
Tidak ada tumpukan salju di atas kepalaku
Yang membuat kepalaku penat dan hatiku beku
Namun kita tak akan pernah bisa berharap
Musim semi singgah selamanya bukan?
Ia akan datang dan pergi kembali
Pergi bersama mentariku yang hangat
Mungkin waktunya bagiku untuk bersahabat dengan salju
Belajar melihat bahwa salju dingin itu pun indah
Kala mentari datang singgah
Ia selalu meninggalkan jejak indah

Biene_maja,
Montag den 14.01.2008

Sabtu, 05 Januari 2008

Suatu waktu di Tengah Hujan

Hari ini awan menurunkan molekul-molekul air lagi
Hujan terus menari gemulai mendarat di bumi
Entah kenapa aku selalu takjub akan sosok hujan yang terbias cahaya lampu jalanan
Kukatakan : “ hujannya romantis!”
Kemudian temanku lagi-lagi berkomentar
“dasar aneh, masa hujan deras begini romantis?”
Aku selalu takjub sosok hujan yang terbias itu
Mengingatkan aku akan sesosok yang berpayung di tengah hujan
Berjalan menyusuri sepanjang braga weg
Dejavu kah setiap aku memandang sosok hujan terbias di bawah lampu?
Ku tak mengerti yang kupaham menurut rasaku
Hujan terbias di bawah lampu jalanan di malam hari
Terlihat begitu indah….
Molekul-molekul air masih terus menari
Temanku masih mengoceh memprotes hobi anehku mengagumi hujan
Molekul-molekul itu membasahi wajahku
Juga meresap ke dalam tanah
Sosok terbias di bawah lampu jalanan di malam hari
Terus menari…membuatku berkali tersenyum simpul

biene_maja
Freitag, 4 Januar 2008

Personal Vices

Have pity on those who pity themselves and who see themselves as good people treated unfairly by life-who feel that they do not deserve what has befallen them. Such people will never be able to fight the good fight. And pity those who cruel to themselves and who see only the evil in their own actions, feeling that they are to blame for the injustice in the world. Because neither of these kinds of people know thy law says, “But the very hairs of your head are numbered”.

Have pity on those who are fearful of taking up the pen, or a paintbrush, or an instrument, or a tool because they are afraid that someone has already done so better than they could, and who feel themselves to be unworthy to enter the marvelous mansion of art. But have even more pity on those who, having taken up the pen, or the paintbrush, or the instrument, or the tool, have turned inspiration into a paltry thing, and yet feel themselves to be better than others. Neither of these kinds of people know thy law that says, “For there is nothing covered that will not be revealed, nor hidden that will not be known”.

Have pity on those who bind themselves with the silken ties of love, and think of themselves as masters of others, and who feel envy, and poison themselves, and who torture themselves because they cannot see that love and all things change like the wind. But pity even more those who die of their fear of loving and who reject love in the name of a greater love that they know not. Neither of these kinds of people know thy law that says, “whoever drinks of the water that I shall give him will never thirst”.

(Paulo Coelho, the Pilgrimage)

Ps: that’s another encouraging things from coelho’s book, that’s why I love reading those. In our infinite pity, help us never to turn our knowledge against ourselves :)

Minggu, 09 Desember 2007

Ich schau dir in die Augen

vom Blick getroffen...
was mir fehlt
das ist jenes ich
das du siehst
und was dir fehlt
das bist du
den ich sehe
ich schau dir in die Augen


biene_maja
Montag, den 10.12.'07