Selasa, 06 Juli 2010
Amanah Baru
Tangis Haru

Alhamdulillah selesai sudah satu amanah yang saya pegang satu tahun terakhir bersama kelas Helium. Tak terasa satu tahun berlalu, bersama anak-anak yang sangat luar biasa mewarnai hari saya selama satu tahun terakhir. Nuansa haru dan pada akhirnya saya tak kuasa meneteskan air mata di depan mereka saat hari pembagian raport dan perpisahaan sebagai penghuni kelas Helium.
Maafkan saya telah meneteskan air mata di depan malaikat-malaikat kecil, dan seorang guru tidak semestinya begitu karena akan membawa suasana kelas menjadi ikut terhanyut dalam tangisan saya. Beberapa malaikat kecil ikut menangis saat saya memberikan "wejangan" dan kesan selama setahun bersama mereka. Saya tak kuasa menahan tetes air mata yang sudah saya tahan dengan sekuat tenaga di depan mereka.
Namun tetes air mata itu adalah tangis haru dan suka cita atas keberhasilan malaikat-malaikat kecil yang luar biasa :-). Saya jelaskan kepada mereka mengenai perasaan saya saat itu, dan semoga mereka belajar...bahwa tidak ada salahnya untuk selalu mengungkapkan apa yang mereka rasakan dengan cara yang benar. Dan menangis bukanlah sesuatu yang tabu atau salah. Selama tangis itu mampu melepas rasa yang memang membebani hati atau bahkan ekspresi suka cita sekalipun.
Malaikat-malaikat kecil teruslah bersinar dan semoga impian-impian yang kalian selalu bagi bersama saya setahun ini akan tercapai kelak. Doa selalu menyertai langkah kalian malaikat kecil :)
Selasa, 25 Mei 2010
Longing for Traveling Somewhere...
Ingin jalan-jalan sejenak.....melepas semua penat.....rencana jalan-jalan banyak tertunda ingin segera merealisasikan traveling :( liburan segeralah datang ( *ketok kepala sendiri: beresin dulu periksa soal UAS dll*). Sudah lama sekali saya tidak cerita atau posting di blog, bahkan sempat terlupakan karena penyakit pelupa kambuhan saya muncul (sssttt memalukan saya lupa password blog saya ;p), bahkan saya lupa password Facebook, twitter, plurk dan beberapa e-mail saya. Astagfirullah gawat...gawat...and lucky me setelah utak-atik kombinasi password akhirnya bisa juga account-account lama saya aktif lagi :p yipppiee and here I am writing on this page again :)
Setelah browsing dan googling sana-sini serta mengumpulkan beberapa informasi tentang liburan ke beberapa tempat di indonesia di tukangjalanjalan well lumayan banyak rencana touring event. walaupun bentrok dengan kegiatan rutinitas UAS dan Parent teacher conference :-( tapi lumayan untuk rekomendasi. sebenarnya saya ingin kembali mengalami pengalaman backpacking nekat lagi, seperti pengalaman saya backpacking nekat sendiri ke pulau seribu beberapa waktu lalu..belum sempat saya cerita dan posting disini tentang kisah perjalanan nekat saya ke pulau seribu...menyusul deh ceritanya banyak kejadian bodoh dan seru. Bertemu orang baru dan akhirnya membuka peluang bisnis. Hehe betul sekali penting membuat kawan sebanyak-banyaknya dan menjaga silaturahmi menjadi pembuka pintu rejeki. salah satunya jalan menuju bisnis baru :).
Website tukangjalanjalan ini punya beberapa pilihan tempat yang saya ingin sekali kunjungi namun saya belum punya informasi secara lengkap seperti ujung genteng, green canyon, pulau belitung wuihhh ingin segera kesana.walaupun menurut saya yang terbiasa harga backpacker, harga yang ditetapkan agak sedikit mahal dan diberi fasilitas penginapan yang lumayan dengan fasilitas AC & TV flat (which is not very important for me...kalau jalan-jalan ngapain diem doang di penginapan??rugi!!) . Nampaknya tipe touring di web ini lebih flashpacker....well oke worthed to try....backpacker or flash packer...travelling is all about the journey :) holiday here I come...(*cubit diri sendiri: sebelum liburan rapor narasi dan grafik menanti!!!)
Senin, 07 Desember 2009
KISAH ANAK NAKAL DAN PAKU
Mungkin kisah ini sering didengar, tapi tidak apa diangkat lagi sebagai bahan perenungan.
Alkisah ada seorang bocah yang berperangai buruk, sangat nakal, selalu iri dan dengki bahkan tidak jarang tiap hari selalu membuat sakit hati teman2nya. Suatu saat bocah tersebut dipanggil oleh ayahnya dan dinasehati atas perbuatan-perbuatan buruknya, Lalu sang ayah memberikannya sebuah palu dan sebuah kantung berisi paku
“ Nak.. mulai hari ini tugasmu menancapkan paku ini di pintu kamarmu setiap kamu berperangai buruk terhadap orang lain..”
“ satu paku untuk satu perbuatan buruk…” lanjutnya lagi
Pada hari itu didapatinya seratus paku yang dia tancapkan di pintu kamarnya, lalu dihari kedua ada delapan puluhan paku yang dia tancapkan, dan semakin hari semakin berkurang paku yang dia tancapkan, akhirnya dia merasa lelah juga harus menancapkan paku di pintu kamarnya setiap dia melakukan hal buruk terhadap orang lain.
Lalu dia memutuskan bahwa mulai hari ini dia akan berusaha menjadi anak yang baik sehingga dia tidak perlu lagi menancapkan paku-paku itu dipintu kamarnya.
Tibalah suatu hari dimana dia sudah tidak perlu lagi menancapkan paku-paku itu, dengan bangganya dia menemui ayahnya
“ Ayah… ikut aku, lihatlah pintu kamarku itu, sekarang aku sudah tidak perlu lagi menancapkan paku-paku ini ke pintu kamarku..” sambil menyerahkan kantung yang berisi sisa paku
Lalu ayahnya berkata, “ Sekarang tugas-mu adalah mencabut paku-paku yang tertancap dipintu itu, setiap kamu berbuat baik pada orang lain…, satu paku untuk satu kebaikan...”
Mulailah pada hari itu si bocah mencabut paku tersebut setiap kali dia melakukan kebaikan kepada orang lain, dan tibalah suatu hari sudah tidak ada lagi paku-paku yang harus dicabutnya, lalu diapun menemui lagi ayahnya
“ Ayah.. kini sudah tidak ada lagi paku yang harus aku cabut di pintu kamarku itu..”
Lalu ayahnya mengajaknya untuk melihat pintu itu bersama-sama,
“ anakku.. lihatlah pintu kamarmu…, walaupun sudah tidak berpaku, tapi masih meninggalkan lubang-lubang kecil bekas paku yang kau cabut..”
“ Artinya walaupun kamu sudah minta maaf dan berbuat baik terhadap orang yang pernah kamu sakiti, dan mungkin orang tersebut menerima maaf-mu, tapi luka dihati sangat sulit untuk dihilangkan, layaknya lubang bekas tancapan paku dipintu kamarmu yang sudah tidak bisa pulih seperti sedia kala..” lanjut sang ayah
Hikmah dibalik kisah ini adalah agar kita selalu menjaga lisan dan perbuatan kita agar tidak menyakiti hati orang lain, ke istiqomahan dalam akhlaq yang mulia adalah salah satu hal yang utama dalam kehidupan kita, bukankah Rasulullah SAW diutus oleh Allah tak lain untuk menyempurnakan Akhlaq manusia.
Salam...
Minggu, 06 Desember 2009
Doa Untuk Orang Tua ^.^
Perindahlah ucapanku di depan mereka.
Lunakkanlah watakku terhadap mereka dan
Lembutkanlah hatiku untuk mereka.
Ya Allah, berilah mereka balasan yang sebaik-baiknya
atas didikan mereka padaku dan Pahala yang besar atas kesayangan yang Mereka limpahkan padaku,
Peliharalah mereka Sebagaimana mereka memeliharaku.
Ya Allah, apa saja gangguan yang telah mereka rasakan,
atau kesusahan yang mereka derita karena aku, atau hilangnya sesuatu hak mereka karena perbuatanku, jadikanlah itu semua penyebab rontoknya dosa-dosa mereka, meningginya kedudukan mereka dan bertambahnya pahala kebaikan mereka dengan perkenan-Mu, ya Allah sebab hanya Engkaulah yang berhak membalas kejahatan dengan kebaikan berlipat ganda.
Ya Allah, bila magfirah-Mu telah mencapai mereka sebelumku,
izinkanlah mereka memberi syafa'at untukku.
Tetapi jika magfirah-Mu lebih dahulu mencapai diriku, maka izinkahlah aku memberi syafa'at untuk mereka, sehingga kami semua berkumpul bersama dengan santunan-Mu di tempat kediaman yang dinaungi kemulian-Mu, ampunan-Mu serta rahmat-Mu.
Sesungguhnya Engkaulah yang memiliki Karunia Maha Agung,
serta anugerah yang tak berakhir
dan Engkaulah yang Maha Pengasih Di antara semua pengasih.
Amin...Amin...Ya Rabbal Alamin.....
Selasa, 17 November 2009
Pasir dan Batu
Dua orang sahabat sedang berjalan di padang pasir. Selama dalam perjalanan mereka berdebat tentang sesuatu. Salah seorang dari kedua sahabat itu menampar temannya, dan yang ditampar itu merasa sakit tetapi dia tak berkata apa apa, hanya menulis diatas tanah : "HARI INI TEMAN BAIKKU MENAMPARKU"
Mereka tetap berjalan sampai mereka menemukan sebuah oasis (sumber air), mereka sepakat untuk mandi, teman yang telah ditampar tergelincir dan hampir saja tenggelam di oasis tersebut, tetapi temannya datang dan menolongnya, dan setelah diselamatkan oleh temannya dari bahaya, dia menulis di Batu "HARI INI TEMAN BAIKKU MENYELAMATKAN NYAWAKU"
Teman yang telah menampar dan yang telah menyelamatkan nyawa teman baiknya itu bertanya kepadanya, "Setelah saya menyakitimu, kamu menulisnya di tanah dan sekarang, kamu menulisnya diatas batu, mengapa?
Temannyapun menjawab : "Ketika seseorang menyakiti kita, kita harus menulisnya diatas tanah, agar angin dapat menerbangkannya dan dapat menghapusnya sehingga dapat termaafkan. Tetapi ketika seseorang melakukan sesuatu yang baik kepada kita, kita harus mengukirnya diatas batu dimana tak ada angin yang dapat menghapusnya"
"Tulislah sakit hatimu di atas tanah, dan Ukirlah kebaikan dia atas batu"
by Aesop
ps: I found the story and very pleased to share with you guys ^.^Jumat, 16 Oktober 2009
Summer or Rainy Time?
Seperti kata mba Dee menulis itu ibarat olah raga yang pelan-pelan akan menemukan ritme dan jam tubuh sendiri sehingga ada hasil otot yang kuat, dan itu semua perlu latihan. Mungkin saya sampai pada satu titik mulai terengah saat sedang berjogging. Memang tulisan saya masih seperti diare kata-kata saja...masih encer...namun biarlah ini menjadi bagian dari saya yang sedang berlatih dengan diare kata-kata.
Summer or Rainy time?wish I could write it even more....there's no way to turn back times just move forward and welcoming new day with smile and hopes....^.^