Hari ini murid-murid saya sajikan materi tentang warna dan bentuk, murid-murid saya ini aktif dan cerdas-cerdas, betapa murid-murid idaman. Kelas yang aktif dan murid-murid yang kritis adalah salah satu kriteria kelas kondusif. Namun setiap siswa memiliki karakter masing-masing dan daya tangkap yang berbeda, hal tersebut menjadi tantangan bagi seorang guru sebagai fasilitator, bagaimana membuat mereka paham, mengerti dan bisa mengaplikasikan materi.
Bukan jamannya lagi murid terus disuapi guru, peran saya hari ini menyajikan satu tema dan membimbing mereka agar murid-murid bisa mengekplorasi ilmu dengan semangat. Yah guru juga manusia, dan di Kelas ini saya juga mendapat cobaan dengan seorang murid yang selalu terlambat dan hiperaktif luar biasa, walhasil terkadang cukup mengganggu sinergi di Kelas. Padahal dia cukup cerdas, keterlambatan selalu menjadi faktor yang membuat dia sedikit terseret mengikuti materi. Solusinya adalah berbicara diluar jam kelas dengannya. Namun biasa bagi anak-anak usia 7 tahun, setelah jam kelas merupakan jadwal bermainnya, dan pada akhirnya saya harus terlibat game tebak-tebakkan anak-anak SD.
Terkadang kesal juga dengan perilaku salah satu murid saya ini, namun ternyata kesabaran saya membuahkan hasil. Sedikit teguran dengan candaan membuat murid saya ini mulai sedikit awas dan berubah. Pada intinya anak-anak selalu ingin perhatian lebih dari orang dewasa. Namun satu hal keterlambatan dengan berbagai alasan selalu ada saja.....siang hari saat belajar mengajar sudah hampir setengahnya berlalu, pintu kelas tiba-tiba terbuka lebar, muncul murid badung saya itu dengan seringai lebar dan mata nakalnya menyapa dengan lantang " Good afternoon, teacher!!! ", saya pertama menarik nafas hela akan hadirnya dia "ck..ck..ck come late again?" dan murid saya hanya tersenyum berikut memberondong saya dengan alasan keterlambatannya. Hmmh namun dia akan selalu menjadi murid yang saya nanti kehadirannya, saya selalu senang melihat kehadiran wajah-wajah lugu dan mata berbinar menatap saya. Tatapan merekalah yang membuat saya selalu cinta untuk kembali ke kelas.
biene_maja
Rabu, 12 Maret 2008
Rabu, 05 Maret 2008
Black forest time
Ironi pengadilan dunia……
Bisnis “batu mulia” katanya bisa sampai menghasilkan enam milyar dalam waktu sangat singkat hitungan beberapa jam saja? Dan transaksi terjadi begitu terburu-buru dengan dibayar uang cash dolar di dalam kardus? kalau memang katanya bisnis sampingan ko seperti kucing yang sedang bersembunyi-sembunyi mencuri ikan di atas meja, hebat abdi negara bisnis sampingannya luar biasa, namun itu sepertinya hal biasa ya? Sambil atur negara atau sambil menjalankan tugas negara bisnis tetap jalan dan berkembang semakin pesat. Hemh untuk kasus transaksi “bisnis berlian” yang tertangkap basah baru-baru ini, saya malah jadi teringat film-film laga, adegan saat mafia bertransaksi sembunyi-sembunyi (entah itu data penting, narkotika, atau mungkin berlian) dibayar tunai dengan gepokan uang di dalam koper atau kamuflase uang dibungkus dalam tas atau dus. Setelah itu bahkan pakai aksi kejar-kejaran pula dan bertengkar bahkan ada aksi tendang sang tersangka segala…aksi panggung sandiwara kehidupan yang lebih seru dari film James Bond.
Ironis..ironis..lagi-lagi ironis, terlalu banyak hal ironis terjadi. Seperti menjilat muntahan sendiri berkoar-koar akan institusi “bersih” bebas “kuman-kuman” penghancur kas, kepentingan pribadi selalu berperan besar dalam sebuah “tugas negara”, akhirnya rakyat lagi rakyat lagi yang menjadi korban…pada akhirnya rakyat kecil menjadi lebih nyinyir dari sebelumnya terhadap “abdi negara” yang duduk di “kursi-kursi panas”, siapa lagi yang bisa dipercaya???, nyanyian yang diplesetkan pun dilontarkan dalam sebuah acara untuk “mereka” yang hidupnya tidak tenang karena adanya komisi pemberantas “kuman-kuman kas”….”aku mau makan…ingat kpk…aku mau tidur…ingat kpk…aku sedang bingung…ingat kpk”.
“ Dan janganlah kamu berdebat (untuk membela) orang-orang yang mengkhianati dirinya. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berkhianat dan bergelimang dosa. Mereka bersembunyi dari manusia, tetapi Allah beserta mereka, ketika pada suatu malam mereka menetapkan keputusan rahasia yang Allah tidak ridai. Dan adalah Allah Maha Meliputi (ilmu-Nya) terhadap apa yang mereka kerjakan”. (QS:An-Nisa, 107-108).
Ketidakadilan sebuah pengadilan di muka bumi bagi kaum yang benar dan dimenangkan oleh manusia yang berbuat kerusakan di muka bumi tidak akan selamanya berjaya, ada pengadilan yang lebih adil oleh Sang Maha Adil kelak, dan tidak akan ada yang bisa mengelak. Barakallah!!
“ Beginilah kamu, kamu sekalian adalah orang-orang yang berdebat untuk (membela) mereka dalam kehidupan dunia ini. Maka siapakah yang akan mendebat Allah untuk (membela) mereka pada hari kiamat? Atau siapakah yang menjadi pelindung mereka (terhadap siksa Allah)?.” (QS:An-Nisa, 109)
Ironis..ironis…oknum-oknum “kursi panas” otaknya agak miring karena mereka mungkin sejak kecil terkontaminasi bakteri sakazaki dalam susu formulanya? hingga sudah besar agak melenceng pola pikirnya? mereka waras ko…hanya saja melenceng hati nurani dan imannya.
“ Barang siapa yang mengerjakan dosa, maka sesungguhnya ia mengerjakannya untuk (kemudaratan) dirinya sendiri. Dan Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana “.(QS:An-Nisa, 110)
Semoga kita semua, termasuk pembaca yang budiman bukan termasuk orang-orang yang mendzalimi diri sendiri dengan “perbuatan ironi”, semoga kelak pembaca yang budiman, baik yang sedang menjadi pemimpin umat, akan menjadi pemimpin umat tidak termasuk kaum yang tergelincir di dunia. Menjadi pemimpin adil dan bijak, sesungguhnya setiap insan merupakan pemimpin bagi dirinya masing-masing…….
Biene_maja
Dienstag, den 04.03.2008
Ironis..ironis..lagi-lagi ironis, terlalu banyak hal ironis terjadi. Seperti menjilat muntahan sendiri berkoar-koar akan institusi “bersih” bebas “kuman-kuman” penghancur kas, kepentingan pribadi selalu berperan besar dalam sebuah “tugas negara”, akhirnya rakyat lagi rakyat lagi yang menjadi korban…pada akhirnya rakyat kecil menjadi lebih nyinyir dari sebelumnya terhadap “abdi negara” yang duduk di “kursi-kursi panas”, siapa lagi yang bisa dipercaya???, nyanyian yang diplesetkan pun dilontarkan dalam sebuah acara untuk “mereka” yang hidupnya tidak tenang karena adanya komisi pemberantas “kuman-kuman kas”….”aku mau makan…ingat kpk…aku mau tidur…ingat kpk…aku sedang bingung…ingat kpk”.
“ Dan janganlah kamu berdebat (untuk membela) orang-orang yang mengkhianati dirinya. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berkhianat dan bergelimang dosa. Mereka bersembunyi dari manusia, tetapi Allah beserta mereka, ketika pada suatu malam mereka menetapkan keputusan rahasia yang Allah tidak ridai. Dan adalah Allah Maha Meliputi (ilmu-Nya) terhadap apa yang mereka kerjakan”. (QS:An-Nisa, 107-108).
Ketidakadilan sebuah pengadilan di muka bumi bagi kaum yang benar dan dimenangkan oleh manusia yang berbuat kerusakan di muka bumi tidak akan selamanya berjaya, ada pengadilan yang lebih adil oleh Sang Maha Adil kelak, dan tidak akan ada yang bisa mengelak. Barakallah!!
“ Beginilah kamu, kamu sekalian adalah orang-orang yang berdebat untuk (membela) mereka dalam kehidupan dunia ini. Maka siapakah yang akan mendebat Allah untuk (membela) mereka pada hari kiamat? Atau siapakah yang menjadi pelindung mereka (terhadap siksa Allah)?.” (QS:An-Nisa, 109)
Ironis..ironis…oknum-oknum “kursi panas” otaknya agak miring karena mereka mungkin sejak kecil terkontaminasi bakteri sakazaki dalam susu formulanya? hingga sudah besar agak melenceng pola pikirnya? mereka waras ko…hanya saja melenceng hati nurani dan imannya.
“ Barang siapa yang mengerjakan dosa, maka sesungguhnya ia mengerjakannya untuk (kemudaratan) dirinya sendiri. Dan Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana “.(QS:An-Nisa, 110)
Semoga kita semua, termasuk pembaca yang budiman bukan termasuk orang-orang yang mendzalimi diri sendiri dengan “perbuatan ironi”, semoga kelak pembaca yang budiman, baik yang sedang menjadi pemimpin umat, akan menjadi pemimpin umat tidak termasuk kaum yang tergelincir di dunia. Menjadi pemimpin adil dan bijak, sesungguhnya setiap insan merupakan pemimpin bagi dirinya masing-masing…….
Biene_maja
Dienstag, den 04.03.2008
Goresan pena
Tanganku bergerak dan menulis
Seolah tiada lagi hari esok
Pena masih terus menari diatas kertas
Menorehkan kata-kata
Jemariku mulai lelah dan berdarah
Tapi aku harus terus menulis
Karena tiada lagi hari esok
Hanya ada hari ini…sampai matahari undurkan diri
Hingga bulan pamit tertidur
Tidak akan ada bintang lagi malam ini
Torehkan terus kata-kata
Hingga kertas memerah oleh darah
Dan hitam oleh tinta kata-kata
Tidak ada hari esok hanya ada hari ini
Namun apa arti darah jemariku dan tinta kata-kata
Bila kertas ini tak jua terbaca
Olehnya….
Olehmu….
Oleh kau….
Biene_maja
Montag, den 3. Maerz 2008
Seolah tiada lagi hari esok
Pena masih terus menari diatas kertas
Menorehkan kata-kata
Jemariku mulai lelah dan berdarah
Tapi aku harus terus menulis
Karena tiada lagi hari esok
Hanya ada hari ini…sampai matahari undurkan diri
Hingga bulan pamit tertidur
Tidak akan ada bintang lagi malam ini
Torehkan terus kata-kata
Hingga kertas memerah oleh darah
Dan hitam oleh tinta kata-kata
Tidak ada hari esok hanya ada hari ini
Namun apa arti darah jemariku dan tinta kata-kata
Bila kertas ini tak jua terbaca
Olehnya….
Olehmu….
Oleh kau….
Biene_maja
Montag, den 3. Maerz 2008
Selimut malam
Bulan enggan singgah di jendela kamar
ada andromeda yang kerap mengerling cemburu
Bintang-bintang seperti lelah untuk bersinar
Dan aku lelah menanti bintang singgah
Aku lelah membuat bintang bersinar
Sekali lagi….
Malam selimuti aku
Biene_maja
Donnerstag, 28.02.2008
ada andromeda yang kerap mengerling cemburu
Bintang-bintang seperti lelah untuk bersinar
Dan aku lelah menanti bintang singgah
Aku lelah membuat bintang bersinar
Sekali lagi….
Malam selimuti aku
Biene_maja
Donnerstag, 28.02.2008
Mengenang sang kucing…
Hujan belakangan ini turun sepanjang hari….seringkali hujan di pagi hari….saya selalu suka suasana hujan, terutama hujan rintik. Orang bilang tabiatku mirip sekali kucing, setiap akan makan sesuatu pasti saya endus dulu baunya, posisi tidurku yang membulat dan meringkuk, takut ketinggian, bahkan saat saya bersin pun orang-orang disekeliling saya akan tertawa mendengar dan melihat bersin saya yang katanya mirip sekali kucing hmmmm..??yup kuakui saya memang dibilang si ratu kucing, bahkan ada yang bilang kalau ada anjing pasti akan menggonggongi saya karena saya bau kucing.
Haha ada-ada saja komentar orang-orang sekitar, dari semua yang dibilang teman dan keluarga tadi ada benarnya, saya tidak sepenuhnya “kucing” karena kucing takut air dan saya sangat suka sekali suasana hujan. Saya dulu punya seekor kucing namanya fatsy, karena fatsy kecil saat lahir begitu gemuk…namun seiring waktu ia tumbuh menjadi kucing dengan “tubuh ideal” (bagaimana bentuk tubuh kucing ideal yah? mean dia tidak segemuk waktu kecil? haha) ia kucing yang hiper…hiperaktif sekali, selalu lari kesana-kemari di dalam rumah saya yang panjang seperti lorong, saat saya sedang jalan di dalam rumah atau duduk pasti ia tiba-tiba menyerang dan menggigit manja bagian kaki saya tanda ingin main, saat sedang tidur lelap sekali pun ketika mendengar suara kulkas dibuka ia akan langsung lari menuju kulkas. Karena fatsy tahu makanan favoritnya ikan tongkol (which is my favorite food too ) saya simpan di dalam kulkas.
Dulu saya punya 5-7 kucing sekaligus, dibandingkan dengan kakakku dan adikku entah kenapa kucing-kucing itu suka sekali tidur di samping saya. Ternyata daya tarik saya sangat kuat untuk kucing-kucing itu hahaha . Mengenang fatsy…..kucing kesayangan saya, blasteran kucing angora dan kucing kampung, postur tubuhnya seperti kucing kampung dan ekornya berbulu sangat-sangat lebat seperti angora.
Ia sudah seperti sahabat kecil yang selalu menemani. Karena saya merawat dia sejak fatsy lahir. Hingga suatu waktu bunda memutuskan untuk memberikan kucing-kucing saya ke teman-teman dan tetangga, karena khawatir anak gadisnya terlalu sering dekat-dekat kucing, takut suatu waktu saya terkena toksoplasma katanya. Padahal fatsy itu kucing paling bersih dan sehat, rajin saya mandikan, rajin di check-up kesehatannya, rajin diberi vitamin. Namun sekeras kepala apapun saya keputusan bunda sudah bulat dan saya kalah berdebat. Hari perpisahan dengan fatsy tiba, ia diberikan ke teman adik saya yang mana pencinta kucing juga, dan dia seorang laki-laki, jadi mungkin tidak akan bermasalah dan takut dengan toksoplasma yang banyak menyerang kaum perempuan. Entah kenapa hingga kini setiap hujan rintik saya selalu teringat fatsy, ingat dulu fatsy pernah begitu takutnya akan hujan yang membasahi bulu-bulu halusnya. Dan saya akan tersenyum geli melihat ia blingsatan bila ada setetes air terkena di tubuhnya. Sekaligus saya akan memeluknya dan mengelap tubuhnya dengan handuk.
Saya akan selalu menyukai hujan rintik ini, mengingatkan saya pada banyak hal salah satunya fatsy, sahabat mungil yang akan menatap berbinar-binar bila saya mengajaknya ngobrol, dan ia hanya akan berbunyi miauw…atau hujan juga membangkitkan memori yang terkubur di masa lampau, selalu ada cerita di masa lalu, kenangan indah, buruk, konyol, lucu…hujan kali ini mengingatkan saya pada sesosok sahabat mungil yang kini entah dimana.
Biene_maja
Donnerstag, den 28.Februar 2008
Haha ada-ada saja komentar orang-orang sekitar, dari semua yang dibilang teman dan keluarga tadi ada benarnya, saya tidak sepenuhnya “kucing” karena kucing takut air dan saya sangat suka sekali suasana hujan. Saya dulu punya seekor kucing namanya fatsy, karena fatsy kecil saat lahir begitu gemuk…namun seiring waktu ia tumbuh menjadi kucing dengan “tubuh ideal” (bagaimana bentuk tubuh kucing ideal yah? mean dia tidak segemuk waktu kecil? haha) ia kucing yang hiper…hiperaktif sekali, selalu lari kesana-kemari di dalam rumah saya yang panjang seperti lorong, saat saya sedang jalan di dalam rumah atau duduk pasti ia tiba-tiba menyerang dan menggigit manja bagian kaki saya tanda ingin main, saat sedang tidur lelap sekali pun ketika mendengar suara kulkas dibuka ia akan langsung lari menuju kulkas. Karena fatsy tahu makanan favoritnya ikan tongkol (which is my favorite food too ) saya simpan di dalam kulkas.
Dulu saya punya 5-7 kucing sekaligus, dibandingkan dengan kakakku dan adikku entah kenapa kucing-kucing itu suka sekali tidur di samping saya. Ternyata daya tarik saya sangat kuat untuk kucing-kucing itu hahaha . Mengenang fatsy…..kucing kesayangan saya, blasteran kucing angora dan kucing kampung, postur tubuhnya seperti kucing kampung dan ekornya berbulu sangat-sangat lebat seperti angora.
Ia sudah seperti sahabat kecil yang selalu menemani. Karena saya merawat dia sejak fatsy lahir. Hingga suatu waktu bunda memutuskan untuk memberikan kucing-kucing saya ke teman-teman dan tetangga, karena khawatir anak gadisnya terlalu sering dekat-dekat kucing, takut suatu waktu saya terkena toksoplasma katanya. Padahal fatsy itu kucing paling bersih dan sehat, rajin saya mandikan, rajin di check-up kesehatannya, rajin diberi vitamin. Namun sekeras kepala apapun saya keputusan bunda sudah bulat dan saya kalah berdebat. Hari perpisahan dengan fatsy tiba, ia diberikan ke teman adik saya yang mana pencinta kucing juga, dan dia seorang laki-laki, jadi mungkin tidak akan bermasalah dan takut dengan toksoplasma yang banyak menyerang kaum perempuan. Entah kenapa hingga kini setiap hujan rintik saya selalu teringat fatsy, ingat dulu fatsy pernah begitu takutnya akan hujan yang membasahi bulu-bulu halusnya. Dan saya akan tersenyum geli melihat ia blingsatan bila ada setetes air terkena di tubuhnya. Sekaligus saya akan memeluknya dan mengelap tubuhnya dengan handuk.
Saya akan selalu menyukai hujan rintik ini, mengingatkan saya pada banyak hal salah satunya fatsy, sahabat mungil yang akan menatap berbinar-binar bila saya mengajaknya ngobrol, dan ia hanya akan berbunyi miauw…atau hujan juga membangkitkan memori yang terkubur di masa lampau, selalu ada cerita di masa lalu, kenangan indah, buruk, konyol, lucu…hujan kali ini mengingatkan saya pada sesosok sahabat mungil yang kini entah dimana.
Biene_maja
Donnerstag, den 28.Februar 2008
Senin, 25 Februari 2008
Lekas sembuhlah bunda….
Tanaman hias di taman rumahku tiba-tiba layu dan rontok….padahal sekarang musim hujan. Tanaman pun mahluk hidup yang sebenarnya merasakan perasaan yang dicurahkan oleh sang pemilik…buktinya walaupun saya dengan rajin merawat mereka, hasilnya tidak sebagus perawatan tangan sang bunda...bunda selalu lebih sabar merawat mereka dan mencurahkan seluruh rasa terhadap tanaman-tanaman itu. Daunnya bagus dan segar, mungkinkah tanaman itu juga melayu karena sedih, sama seperti yang dirasakan saya beberapa hari ini.
Beberapa hari ini bunda sakit, terbaring tak berdaya di kasur, guratan garis-garis disekitar pelipis mata dan kening kini semakin terlihat jelas, faktor usia bunda yang semakin lanjut membuat kondisi bunda seringkali melemah dan tidak fit…..mungkin tanaman-tanaman itu juga menangis sama seperti saya ketika melihat orang yang begitu penuh kasih dan selalu mencinta dengan tulus itu berbaring lemah, matanya meredup karena lelah. Saat saya bercanda biasanya bunda akan membalas dengan candaan lagi namun kini bunda hanya bisa tersenyum lemah. Betapa besar kasih bunda terhadap anak-anaknya yang terkadang membandel…dalam keadaan sakit sekalipun masih juga mengkhawatirkan kondisi putrinya yang sering membandel soal makanan, masih juga sempat untuk mengingatkan hal-hal yang harus dilakukan.
Setulus-tulusnya cinta dan kasih seorang manusia terhadap manusia adalah kasih sayang orang tua. Terutama bunda…..walau seorang bunda terlihat rapuh namun sesungguhnya begitu kuatnya beliau, begitu bersahaja, penuh kasih, tegar, bijak dan tulus. Seringkali kudengar namaku disebut dalam doanya, tangisannya untuk anaknya….bunda kujanjikan agar ketika bunda menangis karenaku, maka tangis itu adalah tangis bahagia…
“Ya Tuhanku, ampunilah dosa ibuku serta kasihilah beliau sebagaimana kasihnya kepadaku sewaktu kecil”
love you so much mom, get well soon :)
Biene_maja
Dienstag, den 26.02 2008
Beberapa hari ini bunda sakit, terbaring tak berdaya di kasur, guratan garis-garis disekitar pelipis mata dan kening kini semakin terlihat jelas, faktor usia bunda yang semakin lanjut membuat kondisi bunda seringkali melemah dan tidak fit…..mungkin tanaman-tanaman itu juga menangis sama seperti saya ketika melihat orang yang begitu penuh kasih dan selalu mencinta dengan tulus itu berbaring lemah, matanya meredup karena lelah. Saat saya bercanda biasanya bunda akan membalas dengan candaan lagi namun kini bunda hanya bisa tersenyum lemah. Betapa besar kasih bunda terhadap anak-anaknya yang terkadang membandel…dalam keadaan sakit sekalipun masih juga mengkhawatirkan kondisi putrinya yang sering membandel soal makanan, masih juga sempat untuk mengingatkan hal-hal yang harus dilakukan.
Setulus-tulusnya cinta dan kasih seorang manusia terhadap manusia adalah kasih sayang orang tua. Terutama bunda…..walau seorang bunda terlihat rapuh namun sesungguhnya begitu kuatnya beliau, begitu bersahaja, penuh kasih, tegar, bijak dan tulus. Seringkali kudengar namaku disebut dalam doanya, tangisannya untuk anaknya….bunda kujanjikan agar ketika bunda menangis karenaku, maka tangis itu adalah tangis bahagia…
“Ya Tuhanku, ampunilah dosa ibuku serta kasihilah beliau sebagaimana kasihnya kepadaku sewaktu kecil”
love you so much mom, get well soon :)
Biene_maja
Dienstag, den 26.02 2008
Langganan:
Postingan (Atom)
