Kamis, 14 Februari 2008

Pertanyaan tentang shalat

Sayyidah Fatimah al-Zahra bertanya kepada ayahnya, “Ayah siksa apa yang bakal menimpa kaum wanita dan pria yang tidak memperhatikan dan meeemehkan shalat?”
Rasulullah SAW menjawab, “ Fatimah, barang siapa diantara pria dan wanita meremehkan shalat, niscaya Allah menimpakan 15 bencana kepada mereka. Yaitu, enam bencana di dunia, tiga bencana menjelang ajal, tiga bencana di alam kubur, dan tiga bencana pada hari kiamat tatkala dibangkitkan kubur.

Adapun enam bencana di dunia adalah :
1.Allah menghilangkan berkah umurnya
2.Allah menghilangkan berkah rezekinya
3.Allah menghapus tanda orang saleh dari wajahnya
4.Setiap kebaikan yang dilakukannya tidak dibalas pahala
5.Doanya tidak sampai ke langit
6.Tiada keuntungan dari orang-orang saleh

Adapun tiga bencana menjelang ajal adalah :
1.Meninggal dunia dalam keadaan hina
2.Mati karena kelaparan
3.Mati kehausan, meskipun air sungai seluruh dunia dicurahkan padanya

Adapun tiga bencana di alam kubur adalah :
1.Allah mengirimkan untuknya, di dalam kubur satu malaikat yang menyiksanya
2.Kuburnya menjadi sempit
3.Mengalami kegelapan dalam kubur

Adapun tiga bencana pada hari kiamat adalah:
1.Allah mengirim untuknya satu malaikat agar membenamkan wajahnya ke tanah, disaksikan seluruh mahluk.
2.Perhitungan amal perbuatannya dipersulit.
3.Allah tidak memandangnya dengan pandangan belas kasih, dan baginya siksa terus menerus.

Taken from : “kisah Fatimah az-zahra”, abbas azizi

ps: semoga kita termasuk orang-orang yang tidak mendapatkan bencana tersebut

Nimm dir Zeit

Nimm dir Zeit um zu arbeiten,
es ist der Preis des Erfolges.
Nimm dir Zeit um nachzudenken,
es ist di Quelle der Kraft.
Nimm dir Zeit um zu spielen,
es ist das Geheimnis der Jugend.
Nimm dir Zeit um zu lesen,
es ist die Grundlage des Wissens.
Nimm dir Zeit, um freundlich zu sein,
es ist das Tor zum Glücklichsein.
Nimm dir Zeit um zu träumen,
es ist der Weg zu den Sternen.
Nimm dir Zeit um zu lieben,
es ist die wahre Lebensfreude.
Nimm dir Zeit, um froh zu sein,
es ist die Musik der Seele.

Markers aus Island

celoteh pagi hari

Lagi-lagi pagi ini hujan turun, gerimis yang membasuh tanaman di pagi hari membuat udara pagi yang dingin semakin dingin namun segar. Air dingin yang membasuh wajahku di waktu subuh membuatku terjaga, namun selalu ada godaan besar untuk kembali meringkuk di kasur yang empuk di balik selimut hangat. Pagi hari setelah shalat subuh kemudian menjalani rutinitas yaitu membereskan rumah, dari menyapu, mengepel lantai, beres-beres kamar hingga memasak di dapur. Phew itulah rutinitas yang kujalani beberapa bulan belakangan. Berhubung jadwal mengajarku siang semua.

Di waktu luangku aku mengisi waktu dengan membaca beberapa buku novel atau belajar menjahit ( Nampak kini aku terdengar seperti ibu rumah tangga sekali bukan? ), biarlah kunikmati masa santaiku ini sebelum datang masa sibukku. Teman-temanku sendiri kini sibuk dengan rutinitasnya masing-masing. Beberapa hari ini teman-temanku berbagi problem dan dilema yang dialaminya, dan topik paling hangat yang dibahas adalah mengenai teman pernikahan (phew orang-orang sudah dewasa), obviously twenty-something effect nampaknya melanda sekitarku. Banyak yang bertanya dan minta pendapatku tentang bagaimana bersikap terhadap calon mertua yang terkesan kurang welcome hingga mempertanyakan apakah pasangan serius dengan hubungan mereka.

Menyenangkan sih dipercaya sebagai “tempat” yang dianggap nyaman untuk berbagi oleh teman-teman, namun menjadi dilema tersendiri, karena bagaimanapun juga seharusnya konsultasi semcam itu ditanyakan pada orang yang notabene sudah menjalani pernikahan itu sendiri bukan? Bagaimanapun aku mencari second-opinion akan masalah itu dari sudut pandang lawan jenis (red:kaum pria) karena sebagian besar yang meminta pendapatku kaum perempuan.

Dari berbagai percakapan yang telah kulakukan dengan orang-orang lagi-lagi sebenarnya kembali pada akar masalah mendasar bahwa pada intinya semua kembali kepada dasar rasa percaya, rasa yakin dan komunikasi yang baik dengan calon suami/istri masing-masing. Serta visi dan misi yang sama sehingga bisa bersinergi menjalani semua. Pada intinya dengan sinergi maka masalah sebesar apa pun akan bisa dilalui karena itu semua merupakan proses pendewasaan yang dilalui bersama.

“manfaatkan setiap saat sebaik-baiknya, sehingga kelak engkau tidak menyesali dan tidak meratapi kemudaanmu yang akan berlalu. Dalam setiap masa kehidupan manusia, Tuhan memberikan kekhawatirannya sendiri-sendiri”

-paulo Coelho-

Manusia diberi rasa khawatir ketika dihadapi pada satu hal baru, pada dasarnya kita ingin selalu merasa aman dan lancar untuk semua hal. Tapi Tuhan bekerja dengan cara yang misterius, selalu ada hikmah di balik setiap kejadian, peristiwa kecil sekali pun memiliki makna di masa depan. Apa yang kulakukan hari ini pasti ada pengaruhnya di masa depan. Manusia berencana…just do the best and God will take the rest.

Biene_maja
Donnerstag, Februar 2008

Minggu, 10 Februari 2008

Eyes on me

Whenever song my song
On the stage, on my own
Whenever said my words
Wishing they would be heard
I saw you smiling at me
Was it real or just my fantasy
You’d always be there in the corner
Of this tiny little bar

My last night here for you
Same old song, just once more
My last night here with you
Maybe yes, maybe no
I kind of like it’s your way
How you shyly placed your eyes on me
Oh…did you ever know?
That I had mine on you

Darling…so there you are
With that look on your face
As if you’re never hurt
As if you’re never down
Shall I be the one for you
Who pinches you so softly but sure
If frown is shown then
I will know that you are no dreamer

So let me come to you
Close as I wanna be
Close enough for me
To feel your heart beating fast
And stay there as I whisper
How I loved your peaceful eyes on me
Did you ever know
That I had mine on you

Darling, so shine with me
Your love if you have enough
Your tears if you’re holding back
Or pain if that’s what it is
How can I let you know
I’m more than the dress and the voice
Just reach me out then
You know that you’re not dreaming

Lyric of Final Fantasy VIII

Rabu, 06 Februari 2008

Tremor Sang Guru

suatu hari bu guru mengajar matematika
di depan kelas....
lantas dia perkenalkan
berbagai bentuk ruang
kepada murid-murid yang masih berwajah lugu itu
dia gambarkan kubik
lengkap dengan sekat2nya
tiba-tiba bu guru menerawang
akan ruang tanpa batas
dan ah.....
tiba-tiba ia terbangun di dunia asing
penuh mahluk asing
dimana semua mahluk berbentuk kubik
semua muridnya berwajah kubik
berbentuk sama...serupa
dengan takaran yang sama
ukuran yang sama
ah....bu guru menggeleng
ini mimpi buruk
biarlah muridku berbeda-beda
walau bandel
daripada wajah mereka kubik semua
ah untunglah manusia tidak kubik
walau otaknya sekarang mulai mengkubik
hentikan bu guru
ini tremor namanya
biarlah dunia carut marut
bu guru jangan ikut carut marut


biene_maja

Minggu, 27 Januari 2008

Tremor Sang Bu Guru

suatu hari bu guru mengajar matematika
di depan kelas....
lantas dia perkenalkan
berbagai bentuk ruang
kepada murid-murid yang masih berwajah lugu itu
dia gambarkan kubik
lengkap dengan sekat2nya
tiba-tiba bu guru menerawang
akan ruang tanpa batas
dan ah.....
tiba-tiba ia terbangun di dunia asing
penuh mahluk asing
dimana semua mahluk berbentuk kubik
semua muridnya berwajah kubik
berbentuk sama...serupa
dengan takaran yang sama
ukuran yang sama
ah....bu guru menggeleng
ini mimpi buruk
biarlah muridku berbeda-beda
walau bandel
daripada wajah mereka kubik semua
ah untunglah manusia tidak kubik
walau otaknya sekarang mulai mengkubik
hentikan bu guru
ini tremor namanya
biarlah dunia carut marut
bu guru jangan ikut carut marut


geh zum teufel ja!!!

Kamis, 24 Januari 2008

Celoteh bersama bintang

Malam ini lagi-lagi aku berceloteh pada sang bintang
Ia berkelap-kelip dan bergelantungan di langit
Menertawai aku yang terus berbicara tanpa henti
Sang bintang itu hanya muncul menjelang aku tidur
Menemani aku bercerita tentang hari ini
Mendengarkan aku seolah-olah aku ini sang gadis kecil
Yang hari ini baru saja makan es krim sebanyak-banyaknya
Aku memang suka sekali es krim
Tapi aku bukan lagi gadis kecil
Memang sikapku mungkin agak mirip si gadis kecil
Sang bintang lagi-lagi tersenyum
Saat aku memintanya berdoa bersama sebelum tidur
Tapi lucu sekali bintang mudah lelah bergelantung di langit
Setelah berdoa sang bintang undur diri
Sinarnya redup perlahan
Lagi-lagi aku bingung berceloteh kemana
Karena bulan yang bijak sudah pada peredarannya yang lain
Bulan yang bijak akan memandang saja menanti aku yang redup perlahan
Namun bulan yang bijak beralih pada bumi bagian lain
Bintang yang baik…tertawai aku terus
Kadang ada terkadang tiada
Terkadang begitu jauh tak terjangkau terkadang begitu dekat di jendela kamarku
Tapi bintang lucu kalau tertawa menertawai celotehku
Biarlah karena bintang hanya muncul di malam hari
Ia tiada di pagi hari
Bintang hadirlah di jendela kamarku
Kita berceloteh bersama
Kali ini tugasmu berceloteh padaku
Tapi kalau bintang tak mau aku saja yang berceloteh
Asal tidak keberatan
Tapi aku akan sangat senang bila bintang mau berceloteh

Biene_maja
Donnerstag, 24.01.2008